Analisis Keberhasilan dan Faktor Deferral Pada Kegiatan Senadi Cita : Donor Darah Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo
Keywords:
Donor Darah; Faktor Deferral; Senadi CitaAbstract
Kegiatan “Senadi Cita: Donor Darah” yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo bertujuan memenuhi kebutuhan stok darah melalui partisipasi civitas akademika dan masyarakat sekitar. Pengabdian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 103 pendaftar yang direkrut melalui kolaborasi resmi dengan UDD PMI Provinsi Sulawesi Tenggara. Proses pelaksanaan meliputi registrasi, pemeriksaan pra-donor (termasuk skrining hemoglobin, berat badan, dan riwayat kesehatan), pelaksanaan donor darah, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa 81 peserta (78,64 %) berhasil mendonorkan darah, sedangkan 22 peserta (21,36 %) mengalami penundaan (deferral) akibat faktor hemoglobin rendah, kurang tidur, konsumsi obat, berat badan < 45 kg, dan menstruasi. Mayoritas peserta berasal dari Fakultas Kedokteran (92,2 %), dengan sisanya dari FMIPA, FT, dan masyarakat umum. Temuan ini konsisten dengan pola deferral pada donor sukarela di literatur, di mana anemia dan persiapan fisik menjadi hambatan utama. Simpulan pengabdian bahwa program ini efektif menarik pendonor muda dengan tingkat keberhasilan di atas rata-rata, namun masih menghadapi deferral signifikan.


