Membangun Literasi Kesehatan Reproduksi Wanita di Ujung Timur Indonesia: Pengabdian Masyarakat pada Komunitas Adat Kampung Kokoda, Kota Sorong, Papua Barat Daya

Authors

  • I Putu Sudayasa Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
  • Jamaluddin Jamaluddin Departemen Kardiovaskuler, Fakultas Kedokteran, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
  • Nasruddin Andi Mappaware Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Adius Kusnan Departemen Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
  • Liasari Armaijn Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun, Ternate, Indonesia
  • Nur Upik En Masrika Departemen Ilmu Biomedik, Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun, Ternate, Indonesia
  • Rahmawati Silava Departemen kedokteran Dasar, Fakultas Kedokteran, Univerversitas Papua, Sorong, Indonesia
  • Yunita Tri Wahyuni Departemen kedokteran Dasar, Fakultas Kedokteran, Univerversitas Papua, Sorong, Indonesia

Keywords:

Kesehatan Reproduksi; Kanker Serviks; Menopause; Masyarakat Pesisir; SADARI

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi wanita di wilayah terpencil seperti Kampung Kokoda, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, seringkali tidak terdeteksi dan tidak tertangani secara optimal akibat keterbatasan akses layanan kesehatan, rendahnya literasi kesehatan, dan hambatan budaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan wanita Kampung Kokoda tentang kesehatan reproduksi secara komprehensif, mencakup infeksi genital, menopause, kanker reproduksi, dan teknik deteksi dini. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Februari 2026 dalam rangka Program Kolaborasi Nasional AIPKI oleh civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (FK UHO) Kendari. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan interaktif yang sensitif terhadap nilai budaya lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan tentang infeksi genital dan penanganannya, gejala dan manajemen menopause, kanker reproduksi wanita (serviks, endometrium, ovarium, payudara), serta teknik SADARI, SADAMI, SADARO, dan pentingnya Pap smear serta vaksinasi HPV. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi khususnya pada sesi menopause dan deteksi dini kanker. Kolaborasi nasional AIPKI terbukti efektif sebagai platform edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif dan berbudaya di wilayah terpencil Indonesia.

Downloads

Published

2026-05-02