Intervensi Air Minum Aman Pascabencana Banjir melalui Pemasangan Filter Air Bersih di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Authors

  • Jamaluddin Jamaluddin Departemen Kardiovaskuler, Fakultas Kedokteran, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
  • Asmarani Asmarani Departemen Kardiovaskuler, Fakultas Kedokteran, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
  • Amiruddin Eso Departemen Kedokteran Dasar, Fakultas Kedokteran, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
  • Raja Alfath Widya Iswara Departemen Kedokteran Dasar, Fakultas Kedokteran, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
  • Sri Susanty Departemen Gerontik, Fakultas Kedokteran, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
  • Muh. Syarief Departemen Kedokteran Dasar, Fakultas Kedokteran, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
  • Diva Ayudia Departemen Kedokteran Dasar, Fakultas Kedokteran, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia

Keywords:

Air Minum Aman; Filter Air; Pascabencana; Pengabdian Masyarakat; Penyakit Berbasis Air

Abstract

Bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menyebabkan penurunan kualitas air minum secara drastis akibat kontaminasi lumpur, limbah domestik, dan mikroorganisme patogen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terdampak terhadap air minum aman melalui pemasangan filter air bersih siap minum, disertai edukasi penggunaan dan perawatan sarana secara berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Februari 2026 oleh civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (FK UHO) Kendari sebagai bagian dari intervensi terpadu pemulihan pascabencana banjir. Pemasangan filter air bersih siap minum dilakukan di Pondok Tahfiz Ashabul Kahfi, Landuh, Kota Liang Atas, yang dipilih berdasarkan hasil pemetaan lapangan sebagai titik terdampak terparah dengan fungsi sosial komunal yang luas. Sarana yang terpasang tidak hanya dimanfaatkan oleh santri dan pengelola pondok, tetapi juga oleh ratusan kepala keluarga di lingkungan sekitar. Kegiatan ini disertai edukasi kepada pengelola pondok dan perwakilan masyarakat mengenai cara penggunaan, perawatan rutin, serta prosedur kebersihan dalam pengambilan air minum. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi filter air bersih secara efektif meningkatkan ketersediaan air minum layak konsumsi, menurunkan ketergantungan masyarakat pada sumber air yang tercemar, serta memperkuat kapasitas masyarakat dalam mempertahankan kualitas air minum secara mandiri dan berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-05-02